Kamis, 16 Februari 2012

biodiesel



       I.            Judul : Pembuatan Biodiesel dengan Mengunakan Minyak Jelantah.

    II.            Tujuan :
Tujuan dilakukanya uji praktik pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini adalah untuk:
1.              Untuk mengetahui berapa persen rendemen biodiesel yang dihasilkan.
2.              Untuk mengetahui hasil uji mutu biodiesel, yaitu sifat fisik dan massa jenis biodiesel.

 III.            Dasar Teori:
Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari sumber daya hayati yang berupa minyak lemak nabati atau lemak hewani. Senyawa utamanya adalah ester. Ester mempunyai rumus bangun sebagai berikut :
http://chemical-engineer.digitalzones.com/biodiesel_files/image002.gif
  
Gambar 1 rumus bangun ester
Biodiesel dapat dibuat dari transesterifikasi asam lemak. Asam lemak dari minyak lemak nabati direaksikan dengan alkohol menghasilkan ester dan produk samping berupa gliserin yang juga bernilai ekonomis cukup tinggi.
Biodiesel telah banyak digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar. Indonesia mempunyai banyak sekali tanaman penghasil minyak lemak nabati, diantaranya adalah kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, jarak, nyamplung, dan lain-lain.


Tabel 1. Sifat fisik dan kimia biodiesel.
Sifat fisik / kimia
Biodiesel
Komposisi
Ester alkil
Densitas, g/ml
0,8624
Viskositas, cst
5,55
Titik kilat, oc
172
Angka setana
62,4

Bahan- bahan yang digunakan dalam pembuatan biodiesel sebagai berikut:
1.                  Metanol.
Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol atau spritus. Metanol adalah bentuk alkohol yang paling sederhana. Metanol diproduksi secara alami oleh bekteri diudara.
Sifat fisika dan kimia metanol sebagai berikut:
Tabel 2. Sifat fisik dan kimia metanol
Sifat kimia dan fisika
CH3OH
32.04 g/mol
0.7918 g/cm³, liquid

2.                   Minyak jelantah
Minyak jelantah adalah minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak seperti minya jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, yang telah dipakai sebelumnya. Minyak jelantah yang digunakan berulang-ulang dapat merusak kesehatan manusia yang menimbulkan penyakit kangker, dan menguangi kecerdasan generasi berikutnya karena terdapat senyawa-senyawa yang bersifat karsinoginetik yang terjadi saat pengorengan. Minyak jelantah yang digunakan dalam pembuatan biodiesel adalah minyak jelantah yang sekali pemakaian.

3.                    Katalis
Seperti reaksi kimia pada umumnya, pada reaksi esterifikasi dan transesterifikasi ditambahkan katalis untuk mempercepat laju reaksi dan meningkatkan perolehan. Katalis dapat menurunkan energi aktifitasi pada suatu zat. Zat yang memiliki energi aktifitasi akan sulit meregangkan gugus senyawanya sehingga reaksi akan lama terjadi dan untuk mempercepatnya dibutuhkan katalis untuk mempercepat reaksi.
Untuk pembuatan biodiesel mengunakan katalis NaOH (natrium hidroksida) juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida adalah sejenis basa logam basa logam kaustik. Natrium hiroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. NaOH juga digunakn dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah sebagai katalis.
Adapun sifat fisika dan kimia NaOH sebagai berikut:
Tabel 3. Sifat fisika dan kimia NaOH
Sifat fisika dan fisika
Massa molar
39,9971 g/mol
Titik didih
1390 0C
Titik leleh
3180C
Densitas
2,1 g/cm3
Kelarutan
Larut dalam air

 IV.            Alat:
Adapun alat – alat yang digunakan dalam praktik methanol sebagai berikut:
Tabel 4. Alat yang digunakan dalam pembuatan biodiesel.
No.
Nama alat
Spesifikasi
Jumlah
1.
Piknometer.
Uncalibrasi
1 buah
2.
Gelas ukur.
250 ml
1 buah
3.
Gelas neraca.

1 buah
4.
Termometer.

1 buah


    V.            Bahan:
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktik metanol sebagai berikut:
Tabel  5. Bahan yang digunakan dalam pembuatan biodiesel.
No
Nama bahan
Jumlah
1
Minyak goreng
50 ml
2
Metanol 99%
25 ml
3
NaoH
0,5 gr

 VI.            Prosedur pembuatan biodiesel
1.      Pipet 50ml minyak jelantah.
2.      Timbang NaOH 0,5 gr
3.      Pipet methanol 25 ml.
4.      Larutkan NaOH dengan methanol menjadi larutan satu.
5.      Campurkan larutan satu ke dalam minyak jelantah sedikit demi sedikit.
6.      Panaskan campuran sampai 50-550C, selama 30 menit, waktu 30 menit dihitung saat thermometer menunjukkan suhu 550C.
7.      Diamkan selama 5 menit.
8.      Masukkan campuran kedalam corong pisah.
9.      Diamkan 45 menit.
10.  Pisahkan biodiesel dengan glaseril.
11.  Cuci biodiesel dengan air hangat 4X.
12.  Pisahakan miyak dari air.
13.  Pindahkan air ke gelas piala, lalu dipanaskan 15 menit.
14.  Tambahkan CaCl2 ke biodiesel untuk menerik air yang terikat.
15.  Lakukan penyaringan dengan kertas saring.
16.  Ukur volume biodiesel yang dihasilkan.
17.  Uji mutu biodiesel.

VII.            Prosedur uji mutu
1.         Timbang piknometer kosong.
2.         Masukkan sampel kedalam piknometer sampai jenuh.
3.         Timbang kembali piknometer tersebut.
4.         Hitung densitas dengan rumus:
= (berat piknometer + sampel) - berat piknometer kosong
volume piknometer kosong

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar