Tampilkan postingan dengan label laporan praktik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan praktik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

laporan protein

PROTEIN
1.    Protein
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
KLASIFIKASI BERDASARKAN ADANYA SENYAWA LAIN:
1)    Nukleoprotein; Protein + asam nukleat, terdapat pada inti sel kecambah
2)    Glikoprotein; Protein + karbohidrat, terdapat pada air ludah, hati
3)    Fosfoprotein; Protein + fosfat, lestin pada susu, dan kuning telur
4)    Lipoprotein; Protein + lemak, banyak ditemukan pada serum darah.
KLASIFIKASI BERDASARKAN KELARUTAN:
Khusus pada protein globular, protein dapat dibedakan berdasarkan sifat kelarutannya;
1)    Albumin, bersifat larut dalam air dan mudah terkoagulasi oleh panas. albumin telur, serum, dan laktalbumin susu
2)    Globulin, bersifat tidak larut dalam air larut dalam garam encer dan mudah terkoagulasi oleh panas. oroglobulin kuning telur dan legumin kacang.
3)    Glutelin, bersifat larut dalam asam/ basa encer dan tidak larut dalam pelarut netral. glutenin gandum, orizen beras.
KLASIFIKASI MENURUT KOMPOSISI KIMIA:
1)    Protein sederhana; protein yang tidak mengandung senyawa non protein. hanya terdapat asam amino dan tidak ada gugusan kimia lainnya. Globulin, Albumin, Hemoglobin
2)    Protein konjugasi; protein yang mengandung senyawa lain yang bersifat nonprotein. gugus kimia non protein tersebut terikat pada rantai polipeptida. Nucleoprotein, Glikoprotein, Lipoprotein, Fosfoprotein.

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat):
•    struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein, dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun 1957, Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut memicu mutasi genetik.
•    struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
o    alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
o    beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
o    beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
o    gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").[4]
•    struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener.
•    contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah. Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino.
Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.
FUNGSI PROTEIN
1)    memperbaiki protein jaringan tubuh yang aus terpakai (katabolisme)
2)    membangun jaringan baru terutama pada periode pertumbuhan
3)    sumber energi, yaitu menghasilkan 4kkal/gram protein
4)    berperan dalam berbagai sekresi tubuh (enzim dan hormon)
5)    mengatur proses osmotic antar/ dari berbagai cairan tubuh
6)    mengatur keseimbangan asam basa dalam darah dan jaringan”
7)    berperan dalam transpor zat gizi
8)    membantu pembentukan antibody, berperan dalam mencegah tubuh dari penyakit.
KLASIFIKASI PROTEIN BERDASARKAN FUNGSI TERTENTU:
a)    Enzim; merupakan protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi, yaitu aktivitas katalis. Hampir semua reaksi kimia biomolekul organic di dalam sel dikatalis oleh enzim; dan lebih dari 2000 jenis enzim dapat mengkatalis reaksi kimia yang berbeda.
b)    Protein transport; protein ini mengikat dan membawa molekul” atau ion spesifik dari suatu organ ke organ lain. Hemoglobin pada sel darah merah mengikat oksigen ketika darah melewati paru” dan membawa oksigen ini ke jaringan perifer. kemudian oksigen dilepaskan untuk kelangsungan oksidase nutrien yang menghasilkan energi.
c)    Protein Nutrien dan penyimpan; biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman, contohnya adalah protein biji gandum, jagung, dan beras. Ovalbumin merupakan protein utama putih telur dan kasein protein utama pada susu. Ferritin jaringan hewan merupakan protein penyimpn besi.
d)    Protein kontraktil/motil; memberikan kemampuan kepada sel dan mikroorganisme untuk berkontraksi, mengubah bentuk atau bergerak. Aktin dan miosin adalah protein filamen yang berfungsi di dalam sistem kontraktil otot kerangka dan juga di dalam banyak sel bukan otot.
e)    Protein Struktural; protein sebagai filament, kabel atau lembaran penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi. komponen utama dari urat dan tulang rawan adalah protein serabut kolagen. yang mempunyai daya tenggang yang amat tinggi.
f)    Protein pertahanan; merupakan organisme yang dapat melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka.
g)    Protein pengatur; beberapa protein membantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. diantaranya insulin yang mengatur metabolisme gula dan kekurangannya menyebabkan diabetes, hormon pertumbuhan dari pituitary dan hormon paratiroid yang mengatur transport Ca dan Fosfat, sedangakan protein lainnya yang disebut reseptor biosintesa enzim oleh bakteri.

SUMBER PROTEIN
1.    Sumber Protein Hewani
•    Susu sapi, merupakan bahan makanan berkualitas tinggi dimana susu sapi tersebut mengandung Protein , Calsium dan Posphor. Susu sapi mengandung komposisi dengan :
    Air    : 87,1 %
    Lemak    : 3,9 %
    Protein    : 3,3 %
    Laktosa    : 5,0 %
Susu sapi sangat mudah dicerna serta memiliki karakteristik dengan telur. Vitamin dan Mineral yang terdapat dalam susu sapi adalah: Ca dan P yang baik, vitamin B2 dan B12 , vitamin A , C dan D. Sementara kualitas susu sapi dipengaruhi oleh : fase laktase, musim, umur sapi dan jumlah makanan.
•    Telur, memiliki susunan asam amino yang sempurna memiliki protein 13% dan lemak 12%. Dalam mengkonsumsi telur memiliki perbandingan dengan 2 bagian putih sebanding dengan 1 bagian kuning. Protein yang dimiliki oleh bagian putih telur adalah albumin. Sementara bagian kuning adalah protein vitelin serta memiliki vitamin, mineral dan protein ( A, P , Fe , B , D ). Sebutir telur mengandung sekitar 75 kalori. Kolesterol hanya terdapat dalam kuning telur, bukan di putih telur.
•    Ikan, merupakan sumnber protein yang mudah membusuk dimana memiliki komposisi yang bervariasi menurut musimnya. Ikan memiliki komposisi 18% protein, 20% lemak. Ikan merupakan sumber vitamin A, D dan B.
•    Daging, pada kenyataannya daging memiliki dua bentuk garis besar yakni bagian garis tebal (protein myosin) 38% dan garis tipis (protein tropomyosin) 14%. Kandungan yang terdapat dalam daging ialah : 60% air, 22% lemak, 18% protein. Daging merupakan sumber vitamin B1, B2, Fe, P.

SIFAT TERPENTING DARI PROTEIN
1.    Ionisasi : apabila larut dalam air akan membentuk ion ( + dan - )
2.    Denaturasi : perubahan konformasi serta posisi protein sehingga aktivitasnya berkurang atau kemampuannya menunjang aktivitas organ tertentu dalam tubuh hilang → tubuh mengalami keracunan.
3.    Viskositas : tahanan yang timbul adanya gesekan antara molekul didalam zat cair yang mengalir.
4.    Kristalisasi : proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan garam amonium sulfat atau NaCl pada larutan dengan pengaturan pH pada titik isolistriknya.
5.    Sistim Koloid : sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu partikel kecil yang terdispersi dari medium atau pelarutnya ( Poedjiadi ,1994).
Protein disusun atas unsure karbon (C ), hydrogen (H), oksigen dan kadang-kadang ada unsure phosphor (P) dan sulfur (S). Protein dibentuk dari asam amino yaitu :
a)    Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh yang berjumlah 8 yaitu isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, triptofan, tronin dan fenilanin.
b)    Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh yaitu alanin, asparagin, glisin, glutamine dan prolin.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
    Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
    Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
o    hipotonus
o    gangguan pertumbuhan
o    hati lemak
    Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

protein

1.1.     Pengertian protein
Protein  (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
1.2.    Sinteses protein
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNA transkripsi. Kemudian karena hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.


1.3.    Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
1.    Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
2.    Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.
 Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
•    hipotonus
•    gangguan pertumbuhan
•    hati lemak
3.    Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.
1.4.     Keuntungan Protein
•    Sumber energi
•    Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
•    Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
•    Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel



1.5.    Fungsi protein
Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi. Peran-peran tersebut antara lain:
1.    Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah protein.
2.    Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot oleh mioglobin.
3.    Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya adalah pergerakan kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela.
4.    Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa
5.    Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain.



1.6.     Fungsi protein dalam tubuh
Protein memainkan peran utama dalam memastikan kesehatan tubuh Anda. Ada tak terhitung fungsi protein dalam tubuh. Fungsi utama protein termasuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, regulasi proses tubuh dan pembentukan enzim dan hormon.
Protein membantu dalam pembentukan antibodi yang memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi. Protein berfungsi sebagai pemasok energi utama. Ada jenis khas protein, masing-masing melakukan fungsi yang unik dalam tubuh. Protein membentuk bagian utama dari tubuh Anda, di samping air.
Komposisi protein dalam tubuh adalah seperti otot yang berisi sekitar 1 / 3 protein, tulang tentang bagian 1 / 5 dan kulit terdiri dari 1 / 10 bagian. Bagian lainnya adalah protein dalam jaringan tubuh dan cairan lainnya. Bahkan darah manusia pun mengandung banyak protein. Selain itu, molekul hemoglobin tidak lain adalah protein.
Tubuh kita membutuhkan protein untuk tujuan pemeliharaan dan pertumbuhan yang sehat. Kebutuhan mengonsumsi lebih banyak protein terutama pada bayi, anak-anak, wanita hamil dan pasien yang baru pulih dari sakitnya. Ada “kerusakan protein” yang terjadi secara konstan dalam tubuh dan ini menjelaskan alasan mengapa kita perlu mengkonsumsi protein setiap hari secara teratur. Merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa Anda memiliki asupan protein harian dalam jumlah sesuai yang disarankan, sehingga hal ini dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh Anda. (Sep.07, 2011 in Nutrition)









1.7.     Struktur Molekul Protein

Protein adalah makromolekul yang unik sekaligus memiliki struktur yang kompleks. Meskipun protein hanya tersusun atas asam amino yang ada 20 jenis saja, namun untuk dapat berfungsi, ia akan melipat-lipat dan membentuk suatu struktur tertentu yang sangat presisi sekaligus sulit diprediksi hingga saat ini. Karena strukturnya yang unik dan presisi itulah maka protein memiliki fungsi yang spesifik yang berbeda satu dengan lainnya.
Struktur protein memiliki tingkatan, kita akan melihat bagaimana asam amino sebagai monomer penyusun protein tersusun sehingga membentuk struktur protein.

Struktur 20 asam amino penyusun protein (Image from wikipedia)
Struktur Primer

Struktur Primer Protein (Image from w3.hwdsb.on.ca)
Secara sederhana, struktur primer protein adalah urutan asam amino penyusun protein yang disebutkan dari kiri (N-terminal) ke kanan (C-terminal). AA bisa ditulis dalam singkatan 3 huruf atau 1 huruf.
Struktur Sekunder
Pada bagian tertentu dari protein, terdapat susunan AA yang membentuk suatu struktur yang reguler dengan sudut-sudut geometri tertentu. Ada dua struktur sekunder utama yaitu alfa-helix dan beta-sheet. Struktur ini terjadi akibat adanya ikatan hidrogen antar AA.

Struktur Sekunder Protein (Image from uic.edu)
Pada gambar sebelah kiri, terlihat bahwa struktur alfa-helix terbentuk oleh ‘backbone‘ ikatan peptida yang membentuk spiral dimana jika dilihat tegak lurus dari atas, arah putarannya adalah searah jarum jam menjauhi pengamat (dinamakan alfa). Satu putaran terdiri atas 3.6 residu asam amino dan struktur ini terbentuk karena adanya ikatan hidrogen antara atom O pada gugus CO dengan atom H pada gugus NH (ditandai dengan garis warna oranye).
Seperti halnya alfa-helix, struktur beta-sheet juga terbentuk karena adanya ikatan hidrogen, namun seperti terlihat pada gambar sebelah kanan, ikatan hidrogen terjadi antara dua bagian rantai yang pararel sehingga membentuk lembaran yang berlipat-lipat.
Tidak semua bagian protein membentuk struktur alfa-helix dan beta-sheet, pada bagian tertentu mereke tidak membentuk struktur yang reguler.
Struktur Tersier

Struktur Tersier Protein Dihydrofolatreductase (Image from uic.edu)
Struktur tersier adalah menjelaskan bagaimana seluruh rantai polipeptida melipat sendiri sehingga membentuk struktur 3 dimensi. Pelipatan ini dipengaruhi oleh interaksi antar gugus samping (R) satu sama lain. Ada beberapa interaksi yang terlibat yaitu:
Interiaksi ionik
Terjadi antara gugus samping yang bermuatan positif (memiliki gugus –NH2 tambahan) dan gugus negatif (–COOH tambahan).

Ikatan Ionik (Image from uic.edu)
Ikatan hidrogen
Jika pada struktur sekunder ikatan hidrogen terjadi pada ‘backbone‘, maka ikatan hidrogen yang terjadi antar gugus samping akan membentuk struktur tersier. Karena pada gugus samping bisa banyak terdapat gugus seperti –OH, –COOH, –CONH2 atau –NH2 yang bisa membentuk ikatan hidrogen.

Ikatan hidrogen (Image from uic.edu)
Gaya Dispersi Van Der Waals
Beberapa asam amino memiliki gugus samping (R) dengan rantai karbon yang cukup panjang. Nilai dipol yang berfluktuatif dari satu gugus samping dapat membentuk ikatan dengan dipol berlawanan pada gugus samping lain.

Ikatan Van Der Waals (Image from uic.edu)
Jembatan Sulfida

Jembatan Disulfida (Image from altabioscience.bham.ac.uk)
Cysteine memiliki gugus samping –SH dimana dapat membentuk ikatan sulfida dengan –SH pada cystein lainnya, ikatan ini berupa ikatan kovalen sehingga lebih kuat dibanding ikatan-ikatan lain yang sudah disebutkan di atas.
Struktur Quartener
Protein atau polipeptida yang sudah memiliki struktur tersier dapat saling berinteraksi dan bergabung menjadi suatu multimer. Protein pembentuk multimer dinamakan subunit. Jika suatu multimer dinamakan dimer jika terdiri atas 2 subunit, trimer jika 3 subunit dan tetramer untuk 4 subunit. Multimer yang terbentuk dari subunit-subunit identik disebut dengan awalan homo–, sedangkan jika subunitnya berbeda-beda dinamakan hetero–. Misalnya hemoglobin yang terdiri atas 2 subunit alfa dan 2 subunit beta dinamakan heterotetramer.

Struktur Quartener Protein Hemoglobin (Image from sciencecases.org)
Perlu diketahui bahwa beberapa protein dapat berfungsi sebagai monomer sehingga ia tidak memiliki struktur quartener.
1.8.    Sumber Protein

Makanan sumber protein hewani :
1.    ayam
2.    daging sapi
3.    Ikan
4.    Hati
5.    Ampela
6.    Usus
7.    Telur
8.    Cumi
9.    Udang
10.    Kerang

Makanan sumber protein  nabati:
1.     Tempe
2.     tahu
3.    oncom bandung
4.     susu
5.     kacang kedelai
6.     kacang hijau
7.     kacang merah
8.     kacang tanah
9.     selai kacang
10.     kacang polong
Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan how to get a six pack in a week bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.


minyak atsiri kacang tanah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang
latar belakang berdirinya usaha tahu kami, bermula dari permutusan kontak kerja di salah satu perusahaan kontraktor di Minas kab. siak. Dengan bermodal pinjaman dana desa dari kampung dan sedikit pengetahuan tentang cara-cara membuat tahu, maka kami bawa saudara-saudara yang berasal dari sungai daking kab. Bengkalis yang telah memahami dalam proses produksi dalam pembuatan tahu. Dengan demikian mulailah mencari-cari tempat kontrakan yang bisa kiranya di gunakan untuk membuka usaha ini. Dan dapatlah kontrakan di jalan melati kec. Tampan.  Dengan modal yang ada tadi, mulailah membuat dapur, membeli perkakas dan bahan baku. Awal produksi pada tanggal 20 juli 2010.

1.2    Tujuan
Tujuan utama yang pasti untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan penciptakan lapangan kerja.

1.3    Kapasitas produksi
Dalam satu hari, 100kg kacang (2 karung kacang kedelai).  Dalam 50 kg didapat 20 cetakan yang mana 1 cetakan memakai 2,5 kg kacang. Dan dalam 1 cetak akan di dapat 8 bungkus tahu dengan ukuran cetakan 45 cm × 45 cm. Jadi, dalam 100 kg akan di dapat 40 cetakan × 8 bungkus = 320 bungkus per hari.












BAB II
TINJAUN PUSTAKA
2.1 Tahu
Tahu merupakam makanan yang termasuk dalam kategori lauk-pauk selain ikan, daging dan tempe. Tahu termasuk makanan yang tinggi protein karena terbuat dari sari pati kacang kedelai.
2.2 Bahan baku
Bahan baku tahu berasal dari kacang kedelai yang di olah melalui proses hingga menjadi tahu. Selain tahu , kacang kedelai juga dapat menjadi tempe, susu kedelai, keripik dan lain-lain.
1.   kacang kedelai
Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.(http://id.wikipedia.org/wiki/Kedelai)
Kedelai merupakan bahan utama dalam pembuatan tahu. Kedelai yang digunakan adalah kedelai jenis Bola I. (http://diexzonline.wordpress.com/2011/05/19/pembuatan-tahu/)
2.    Air
Hampir semua tahapan dalam pembuatan tahu membutuhkan air dari proses perendaman, pencucian, penggilingan, pemasakan, dan perendaman tahu yang sudah jadi sehingga dibutuhkan air dalam jumlah banyak. Air yang digunakan di berasal dari air tanah atau air artesis. (http://diexzonline.wordpress.com/2011/05/19/pembuatan-tahu/)
3.    Asam Cuka
Asam Cuka berfungsi untuk mengedapkan atau memisahkan air dengan konsentrat tahu. Asam cuka mengandung cuka dan garam sehingga bersifat asam. Asam cuka yang digunakan diperoleh dari pabrik tahu lain dan dapat digunakan secara berulang-ulang.(http://diexzonline.wordpress.com/2011/05/19/pembuatan-tahu/)
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.
Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. (http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_asetat)
2.3 Proses produksi
Proses pembuatan tahu terdiri beberapa tahap yaitu:
1.    Perendaman
Pada tahapan perendaman ini, kedelai direndam dalam sebuah bak perendam yang dibuat dari semen. Langkah pertama adalah memasukan kedelai ke dalam karung plastik kemudian diikat dan direndam selama kurang lebih 3 jam (untuk 1 karung berisi 15 kg biji kedelai). Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari jumlah kedelai, intinya kedelai harus terendam semua. Tujuan dari tahapan perendaman ini adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga dihasilkan bubur kedelai yang kental. Selain itu, perendaman juga dapat membantu mengurangi jumlah zat antigizi (Antitripsin) yang ada pada kedelai. Zat antigizi yang ada dalam kedelai ini dapat mengurangi daya cerna protein pada produk tahu sehingga perlu diturunkan kadarnya.
2.    Pencucian kedelai
Proses pencucian merupakan proses lanjutan setelah perendaman. Sebelum dilakukan proses pencucian, kedelai yang di dalam karung dikeluarkan dari bak pencucian, dibuka, dan dimasukan ke dalam ember-ember plastik untuk kemudian dicuci dengan air mengalir. Tujuan dari tahapan pencucian ini adalah membersihkan biji-biji kedelai dari kotoran-kotoran supaya tidak mengganggu proses penggilingan dan agar kotoran-kotoran tidak tercampur ke dalam adonan tahu. Setelah selesai proses pencucian, kedelai ditiriskan dalam saringan bambu berukuran besar.
3.    Penggilingan
Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik. Tujuan penggilingan yaitu untuk memperoleh bubur kedelai yang kemudian dimasak sampai mendidih. Saat proses penggilingan sebaiknya dialiri air untuk didapatkan kekentalan bubur yang diinginkan.



4.    Perebusan/Pemasakan
Proses perebusan ini dilakukan di sebuah bak berbentuk bundar yang dibuat dari semen yang di bagian bawahnya terdapat pemanas uap. Uap panas berasal dari ketel uap yang ada di bagian belakang lokasi proses pembuatan tahu yang dialirkan melalui pipa besi. Bahan bakar yang digunakan sebagai sumber panas adalah kayu bakar yang diperoleh dari sisa-sisa pembangunan rumah. Tujuan perebusan adalah untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. Titik akhir perebusan ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung panas dan mengentalnya larutan/bubur kedelai. Kapasitas bak perebusan adalah sekitar 7.5 kg kedelai.
5.    Penyaringan
Setelah bubur kedelai direbus dan mengental, dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan. Pada proses penyaringan ini bubur kedelai yang telah mendidih dan sedikit mengental, selanjutnya dialirkan melalui kran yang ada di bagian bawah bak pemanas. Bubur tersebut dialirkan melewati kain saring yang ada diatas bak penampung.
Setelah seluruh bubur yang ada di bak pemanas habis lalu dimulai proses penyaringan. Saat penyaringan secara terus-menerus dilakukan penambahan air dengan cara menuangkan pada bagian tepi saringan agar tidak ada padatan yang tersisa di saringan. Penuangan air diakhiri ketika filtrat yang dihasilkan sudah mencukupi. Kemudian saringan yang berisi ampas diperas sampai benar-benar kering.  Ampas hasil penyaringan disebut ampas yang kering, ampas tersebut dipindahkan ke dalam karung. Ampas tersebut dimanfaatkan untuk makanan ternak ataupun dijual untuk bahan dasar pembuatan tempe gembus/bongkrek.
6.    Pengendapan dan Penambahan Asam Cuka
Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu sehingga terjadi pemisahan antara whey dengan gumpalan tahu. Setelah ditambahkan asam cuka terbentuk dua lapisan yaitu lapisan atas (whey) dan lapisan bawah (filtrat/endapan tahu). Endapan tersebut terjadi karena adanya koagulasi protein yang disebabkan adanya reaksi antara protein dan asam yang ditambahkan. Endapan tersebut yang merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Lapisan atas (whey) yang berupa limbah cair merupakan bahan dasar yang akan diolah menjadi Nata De Soya.
7.    Pencetakan dan Pengepresan
Proses pencetakan dan pengepresan merupakan tahap akhir pembuatan tahu. Cetakan yang digunakan adalah terbuat dari kayu berukuran 70x70cm yang diberi lubang berukuran kecil di sekelilingnya. Lubang tersebut bertujuan untuk memudahkan air keluar saat proses pengepresan. Sebelum proses pencetakan yang harus dilakukan adalah memasang kain saring tipis di permukaan cetakan. Setelah itu, endapan yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya dipindahkan dengan menggunakan alat semacam wajan secara pelan-pelan. Selanjutnya kain saring ditutup rapat dan kemudian diletakkan kayu yang berukuran hampir sama dengan cetakan di bagian atasnya. Setelah itu, bagian atas cetakan diberi beban untuk membantu mempercepat proses pengepresan tahu. Waktu untuk proses pengepresan ini tidak ditentukan secara tepat, pemilik mitra hanya memperkirakan dan membuka kain saring pada waktu tertentu. Pemilik mempunyai parameter bahwa tahu siap dikeluarkan dari cetakan apabila tahu tersebut sudah cukup keras dan tidak hancur bila digoyang.
8.    Pemotongan tahu
Setelah proses pencetakan selesai, tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan dengan cara membalik cetakan dan kemudian membuka kain saring yang melapisi tahu. Setelah itu tahu dipindahkan ke dalam bak yang berisi air agar tahu tidak hancur. Sebelum siap dipasarkan tahu terlebih dahulu dipotong sesuai ukuran. Pemotongan dilakukan di dalam air dan dilakukan secara cepat agar tahu tidak hancur.
lordbroken.wordpress.com
(http://baca-kata.blogspot.com/2011/04/proses-pembuatan-tahu.html)

















BAB III
METODE PROSES PRODUKSI
3.1 Waktu kunjungan industri
Waktu kunjungan pada hari sabtu tanggal 21 Mei 2011 dan pada jam 20.00 wib
3.2 Alat dan bahan
3.2.1. Alat 
1.    Mesin giling kacang = 1 unit.
2.    Ember ukuran 24’’=  8 buah.
3.    Ember besar 12’’/ ember cat 25 kg
4.    Periuk/ dandang 24’’=  3buah
5.    Meja cetak = 2 buah
6.    Cetakan = 6 buah
7.    Kain alas meja = 6 buah
8.    Geregen air = 6 buah
9.    Gayung air= 10 buah
10.    Saringan kelapa = 6 buah
11.    Mistar kayu = 3 buah
12.    Pisau = 3 buah
13.    Tungku masak = 3buah
14.    Kayu bakar  = 1,5 m3
15.    Minyak tanah = 1 liter
16.    Plastik 1kg = 2 kg
17.    Karet gelang = 1kg


3.2.3. Bahan

1.    Kacang kedelai
2.    Air
3.    Garam kasar
4.    Asam cuka


3.3 Proses produksi
1. kacang yang akan di pakai terlebih dahulu di rendam selama ± 5-6 jam dan banyakanya di atur sesuai kapasitas dandang dalam 1 kali masak. Begituseterusnya dalam mengatur waktu rendaman.
2. kacang yang telah di rendam kemudian di giling dengan mesin penggiling dengan campuran air ± 75%.
3. kemudian santan yang di dapat di masak dalam dandang dengan kurun waktu ± 1 jam hingga mendidih dan di aduk ±  2kali dalam proses memasak emnggunakan kayu bakar.
4. setelah mendidih, santan yang masih tadi di pindahkan kedala, ember yang 24’’ dan di dandang bisa di dapatkan 2 ember . 1 ember menghasilkan 1cetakan.
5. selanjutnya santan tadi di aduk dengan garam secukupnya.
6. lalu, masukan air cuka yang telah di masak dan tambahkan air. Diaduk hingga santannya pecah dan mengendap.
7. setelah itu dilakukan proses penyaringan agar air terpisah dari endapan santan.
8. lalu, siapkan meja dan cetakan. Endapan santan di masukkan kedalam cetakan dan di ratakan. Setelah rata tutup dengan lembaran triplek.
9. lalu, di press dengan jerigen yang telah di isi air dalam beberapa menit.
10. setelah di anggap cukup, trillek dan cetakan dibuka.
11. kemudian, tahu dipotong sesuai ukuran yang di inginkan.
12. Terakhir dikemas dan dipasarkan.












BAB IV
ANALISA EKONOMI
Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa dalam 50 kg kacang kedelai menghasilkan 20 cetakan dan dalam 1 cetakan menghasilkan 8 bungkus. Jika 1 hari hasil produksi 100 kg maka menghasilkan 40 cetakan media.
40 cetakan media: 40×8=320 bungkus×harga
=320×5000
= RP. 1.600.000/ hari
Modal:
1.    Kacang 50 kg = 330.000 × 2 = RP 660.000
2.    Garam 1bungkus =5 00 × 40 = RP 20.000
3.    Cuka 1botol = 2.500 × 4 = PR 10.000
4.    Kayu bakar  1 m3 = 120.000 × 1.5 = RP 180.000
5.    Minyak tanah 1 liter = 8000 × 1= RP 8000
6.    Plastik 1kg = 1200 × 1 = RP 12.000
=RP 890.000
Penghasilan = RP 1.600.000 – 890.00 = RP 710.000
= RP 710.000 × 30 hari = RP 21.300.000
Penghasilan = gaji anggota 30 orang  × 1.500.000 = RP 4.500.000
=trasrpotasi                                            = RP 1.800.000
= RP 6.300.000
Hasil/ bulan = RP.21.300.000-6.300.000
= RP 15.000.000




BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada awal-awal mulai usaha dalam waktu kurun waktu 1-2 bulan sulit dalam menjalankan pemasaran. Karena persaingan harga dengan tetap menjaga kwalitas produksi, media dapat bertahan lama, Dan akhir-akhir ini harga bahan baku melonjak tinggi. Industri kecil memang di butuhkan kerja keras, optimis, dan sabar. Dalam 50 kg kacang kedelai menghasilkan 20 cetakan dan dalam 1 cetakan menghasilkan 8 bungkus. Jika 1 hari hasil produksi 100 kg maka menghasilkan 40 cetakan media.
5.2 Saran
Mulailah belajar mandiri, berfikir maju kedepan. Karena orang berhasil adalah orang yang dapat membantu orang lain dengan menciptakan lapangan kerja. Walau idustri kecil atau home industri seharusnya tetap harus mengutamakan kebersihan dan keselamatan kerja.
TIJAUAN PUTAKA

Kamis, 16 Februari 2012

etil asetat



     I.           Judul : pembuatan etil asetat.

  II.            Tujuan:
1.        Untuk mendapatkan hasil randemen dan masa jenis etil asetat.
2.        Untuk menguji mutu etil astat yang diperoleh dangan menghitung densitas dari etil asetat dan membandingkannya dengan standar nasional indonesia.

III.          Teori Dasar:
Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3/ CH3COOC2H5. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Etil asetat dapat dihirdolisis pada keadaan asam atau basa yang menghasilkan asam asetat dan etanol kembali.
Sifat fisika dan kimia etil asetat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Sifat fisika dan sifat kimia etil asetat.
Sifat Fisika
Sifat Kimia
Berbau Khas
Rumus molekul
Titik didih : 77,1 0C
Mudah menguap
Densitas    : 0,89 gr/cm3
Tidak Beracun
Berat Molekul : 88,12 gr/mol
Tidak Higroskopis

Tidak berwarna

Bahan baku yang digunakan dalam etil asetat adalah asam asetat,etanol dan asam sulfat.
1.      Asam asetat
Asam asetat adalah senyawa kimia asam organik, dan memiliki rumus ini sering kali ditulis dalam bentuk CH3COOH. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2 rumus ini sering ditulis dengan CH3COOH/CH3CO2H. Asam murni disebut dengan asam asetat glacial.

Sifat fisika dan kimia asam asetat dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 2. Sifat fisika dan sifat kimia asam asetat
Sifat fisika
Sifat kimia
Densitas: 1,049-1.266  gr/cm
Asam lemah
Massa molar: 60,09gr/mol
higroskopis
Titik lebur: 16,5 0C

Titik didih: 118,1 0C

Titik beku: 16,7 0C

Penampilan : cairan tidak berwarna

Keasaman: 4,76 pada suhu 250C

Aroma: berbau khas


2.      Etanol
Etanol (C2H5OH) disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman berakohol dan temometer modern. Etanol adalah salah satu obat pereaksi tertua.
Etanol termasuk kedalam alkohol rantai tunggal dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar.


Sifat fisika dan sifat kimia etanol dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. Sifat fisik dan sifat kimia etanol
Sifat fisika
Sifat kimia
Titik didih : 78.40C
Reaksi asam basa
Titik leleh : -114,3
Halogenasi
Densitas : 0,784 gr/cm3
Pembentuk ester
Viskositas : 1200 cP(20)0C
Dehidrasi
Massa jenis
Oksidasi

3.      Asam sulfat
Katalis yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4), karena berlangsungnya reaksi. Reaksi kebalikan hidrolisis yaitu, esterifikasi ficher.
Sifat fisika dan sifat kimia asam sulfat dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4. Sifat kimia dan fisika asam sulfat
Sifat  kimia
Sifat fisika
Dapat bereaksi penih dengan air
Massa molar: 98,08 g/mol
Higroskopis
Penampilan: bening
Dapat bereaksi dengan logam
Densitas: 1,84 g/cm3
Dapat bereaksi dengan asam dan basa
Titik leleh: 100C

Titik didih: 3370C

IV.            Alat:
Adapun alat – alat yang digunakan dalam praktik sebagai berikut:
Tabel  5. Alat proses pembuatan Etil Asetat
No.
Nama alat
Spesifikasi
Jumlah
1.
Piknometer.
Uncalibrasi
1 buah
2.
Gelas ukur.
200 ml
1 buah
3.
Gelas neraca.
100 ml
1 buah
4.
Termometer.

1 buah
5.
Corong kaca.

1 buah
6.
Kaca arloji.

1 buah





























  V.            Bahan:
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktik sebagai berikut:
Tabel 6. Bahan pembuatan etil asetat
No
Nama bahan
Jumlah
1
Asam asetat glacial
25 ml
2
Asam sulfat
0.5 ml
3
Etanol
25 ml
4
CaCl2
2gr



VI.            Prosedur pembuatan biodiesel
1.        pipet 25 ml etanol (C2H5OH).
2.        pipet 25 ml asam asetat (CH3COOH).
3.        campurkan etanol dan asam asetat dalam labu distilat.
4.        Tambahkan 0,5 ml asam sulfat (H2SO4).
5.        Pasangkan pendingin atau refluk .
6.        Refluk selama 1 – 2 jam.
7.        Lakukan distilasi.
8.        Tambahkan 2 gr kalsium klorida .
9.        Campurkan larutan tersebut kedalam ester.
10.    Saring mengunakan kertas saring.
11.    Uji mutu etil asetat dengan mengukur densitas eti1 asetat.

VII.            Prosedur uji mutu
1.    Timbang piknometer kosong.
2.    Masukkan sampel kedalam piknometer sampai jenuh.
3.    Timbang kembali piknometer tersebut.
4.    Titung densitas dengan rumus:
     = (berat piknometer + sampel) - berat piknometer kosong
volume piknometer kosong