Tampilkan postingan dengan label belajar ngarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar ngarang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

pidato hukum aksi&reaksi



Assalamualaikum WR.WB
Ibu Guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya cintai.
Marilah dalam kesempatan ini kita ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta karunianya kepada kita, sehingga dapat berkumpul pada kesempatan ini. Terimakasih pada Ibu Guru yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk menyampaikan pidato ini.
Manusia tidak pernah lepas dari hukum alam. Hukum yang mengikat setiap individu tanpa peduli apakah orang itu setuju atau tidak karena hukum alam adalah hukum yang telah di tetepkan sang pencipta. Salah satu hukum alam yang mengikat kita adalah hukum kekekalan energi.
Menurut Einstein, energi tidak dapat dimusnahkankan, ia hanya dapat berubah bentuk. Lantas energi apa dalam kehidupan manusia?  Jawabannya adalah segalanya. Energi di sini meliputi dari semua yang kita lakukan seperti langkah kaki, ayunan tangan, pemikiran kita, ucapan bahkan senyuman adalah energi. Sejalan dengan hukum tadi mungkin anda mengingat hukum Newton ke 2 yang mengatakan bahwa aksi = reaksi. Jadi apapun yang kita lakukan akan kembali kekita sendiri atau orang lain. Aksi (energi) yang kita keluarkan akan memberikan reaksi (balasan) yang sama besar.  Artinya dampak perbuatan kita akan kembali ke kita sendiri bahkan  ke cucu  kita nanti.
Kita ingin dampak yang baik, tanyakan perbuatan apakah yang layak kita lakukan? Jawabnya hukum keseimbangan. Hukum keseimbangan menyatakan bahwa didunia ini pasti memiliki pasangan. Energi positif atau epos adalah pebuatan atau amalan yang memberikan manfaat bagi dirinya atau orang lain. Energi positif adalah energi yang dianjurkan setiap agama. Karena energi positif adalah berbuatan baik yang dapat menimbulkan sejuta manfaat.
Epos akan timbul bila hati positif, berfikir positif, punya kepercayaan diri yang tinggi, sayang sesama, dan jujur. Energi positif menimbukan kesuksesan, kenyamanan, kedamainyan, berani dan kebahagiaan.
Tapi, energi negatif hanya membuat kita menjadi pecundang. kenapa? Karena energi negatif  hanya terdapat pada kita yang suka mengeluh, putus asa, tidak percaya diri sehingga mencimplak atau meniru agar dapat menjadi orang lain, melakukan kecurangan, menjilat orang lain karena tidak percaya atas kemampuan dirinya dan sejenisnya. Jangan mengharapakn dapat rejeki yang banyak, mengharapkan keberuntungan, kebahagiaan, jabatan tinggi, peningkatan perstasi  dan lainnya apabila kita hanya dapat melakukan kecungangan. Ingatlah bahwa aksi  (energi) yang kita keluarkan akan memberikan reaksi (balasan) yang sama besar.  Artinya dampak perbuatan kita akan kembali ke kita sendiri bahkan  ke cucu  kita nanti.
Ibu guru, serta kawan-kawanku, demikianlah pidato singkat saya. Karena pepatah mengatakan tiada gading yang tak retak oleh karena itu saya mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terimakasih atas perhatiannya, mudah-mudahan pidato ini bisa menjadi satu motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan energi positif yang dapat merubah masa depan.

Wassalamualaikum WR.WB

Selasa, 03 Juli 2012

gombalan

i          : kenapa kalau kamu ngetag foto aku pasti di dadaku. kenapa?
adisty : karena aku mau namaku selalu di hatimu.
i          : tapi, kalau aku minta kamu tag foto aku di kaki aku tidak apa-apa?
adisty : tidak masalah, kalau itu maumu. setidakanya ada namaku di setiap langkahmu.
i          : aku ingin menaruh namamu di mataku?
adisty : kenapa?
i          : agar kamu tahu yang selalu aku lihat itu hanya kamu.

i          : kenapa kemarin tidak coret namamu di bajuku?
adisty : tidak perlu.
i          : kenapa?
adisty : kan namaku sudah memenuhi hatimu. jadi, buat apa lagi?


i         : dis, kok kamu tidak izinkan aku nelpon kamu lagi?
adisty: kalau kamu nelpon aku, aku jadi tidak bisa melakukan apa pun dan tidak bisa mendengar apa pun.
i         : kenapa?
adisty: karena aku takut.
i         : takut kenapa?
adisty: takut nanti aku ketagihan dengerin suara kamu.


i         : dis, kamu sakit ya? kok dari tadi kamu bersin-bersin terus.
adisty: gara-gara kamu makanya aku seperti ini.
i         : kok gara-gara aku?
adisty: kan aku bersin-bersin karena kamu terlalu banyak melempar bubuk cinta ke aku.


i        : dis, kok kamu tidak melarang aku pergi? akukan perginya jauh.
adisty: kenapa aku harus melarangmu pergi?
i         : tidak begitu. tapi, kamu tidak cemas kalau aku pergi?
adisty: kenapa aku cemas? kan aku sudah tahu kalau kamu selalu di sampingmu, setidaknya aku selalu di hatimu.


i         : kamu lagi ngapain dis? kok tidak bales pesan aku?
adisty: lagi buat kue.
i         : kue apa?
adisty: banyak, ada coklat, keju, salju...
i         : isi cinta ada tidak? aku mau satu.


i         : udah ketemu pena aku?
adisty: belum.
i         : nanti kalau sudah ketemu langsung cari hati aku ya? habis, kayanya tadi hati aku lari ke kamu.


adis sibuk dengan tugasnya.
i        : dis, kamu tidak makan.
adisty: nanti.
i         : liat aku dong jawabnya.
adisty: aku lagi ngetik, tidak bisa di ganggu.
beberapa menit kemudian...
i         : dis, pinjem pena dong.
adisty: ambil saja.
i         : tidak sampai.
adisty: manja. kan aku duduk bersebrangan denganmu.(sambil memberikan pena).
i         : sebenarnya aku sengaja, biar aku bisa lihat wajahmu yang menyejukan hatiku.


i          : dis, pinjem pena dong.
adisty : ini.
i          : dis, pinjem pensil dong.
adisty : aku tidak punya.
i          : ada tip-ex?
adisty  : ini.(sambil ngasih tip-ex)
i           : sebenarnya aku sengaja biar bisa megang tangan kamu.


i          : dis, pinjem pena dong.
adisty : ini.
i          : dis, pinjem pensil dong.
adisty: ini.
i          : ada tip-ex?
adisty: ini.(sambil ngasih tip-ex).
i          : penjem buku ini dis.
adisty: ini. semuanya pinjem.  pena pinjam, pensil, pengahapus, dan buku pinjem. bentar lagi pasti mau pinjam hatiku.


i         : sudah selesai bikin kuenya, dis?
adisty: sudah, ini mau di kirim ke tempatmu.
i         : thks ya. aku udah dapat ini kirimanya.
adisty: aku kan belum kirim kuenya. memang apa yang kamu terima?
i         : ini aku udah terima kirimanya, banyak banget kiriman cinta darimu.

i         : udah terima paketnya?
adisty: paket apa?
i         : aku tadi, baru saja kirim paket buat kamu. katanya udah terkirim
adisty: aku  belum dapat apa-apa kok.
i         : kamu yakin?? padahal aku tadi baru saja kirim cinta yang banyak buat kamu.

i        : dis, nanti bisakan antaran aku ke dokter mata?
adisty: memang matamu kenapa? kan kamu baru saja pulang.
i         : habis mataku sakit, setelah melihat kamu seakan-akan aku lihat kamu di mana-mana.


i         : tadi aku baru tanya sama dokter.
adisty: apa katanya?
i         : aku terkena penyakit.
adisty: penyakit apa?
i         : penyakit aku sungguh bahaya.
adisty: serius?
i         : ia. kata dokter jantung aku bermasalah. kamu harus tanggung jawab,
adisty: kok aku??? memang apa hubungannya denganku?
i         : karena kamu yang selalu buat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, hanya kamu.


ini, di ambil dari kejadian yang pernah aku alami sendiri. boleh di copy kok. rata-rata gombalan ini hanya spontan saja keluar buat seseorang dan dia juga sering balas gombalanku walau juga kadang tidak di bales. hehehehe...

Minggu, 01 Juli 2012

puisi atau curhat ni??

Kamis, 28 Januari 2010


masa lalu

Beribu-ribu orang sempurna di dunia.
Tapi, hanya kamu yang membuatku sempurna.
Memang aku tidak menyadarinya hingga aku mengabaikanmu.
Aku tahu kamu akan meninggalkanku.
Tapi,aku tidak bisa tanpa kamu.

aku tak rela kamu melepasku.
andai saja kamu memberikanku kesempatan lagi,sehingga aku dapat membalas cintamu.
tapi,kini aku tak tau keberadaanmu.
aku masih mengharapkanmu datang kembali.

Selasa, 10 April 2012

PANGERANKU yang datang jam 12 malam



Aku qhiza, aku sial dalam masalah percintaan. Cowok yang aku sukai ternyata mendekatiku untuk mendapatkan yang katanya adalah sahabatku (mantan sahabat). Mantan sahabatku dan aku memang akrab kami berteman sudah 8 tahun. Bahkan kami sengaja masuk SMP yang sama. Saat itu ada anak baru. Lalu, cowok itu mendekatiku hingga akhirnya aku suka sama dia. Setelah aku menyukainya dan bersikap baik dengannya. Mantan sahabatku itu malah memarahiku di depan teman-temanku dan mengatakan bahwa aku telah mencoba merebut cowoknya yang tak lain adalah si anak baru.
Hah, hatiku sakit. Disakiti seorang orang asing tetap saja hati terasa sakit tapi, disakiti teman rasanya 10 kali lipat sakitnya. Semenjak itu aku di singkirkan dari teman-temanku parahnya ada teman-teman barunya selalu membullyku.
Aku pindah sekolah yah, walau  sudah kelas 3 tapi siapa yang dapat bertahan bila belajar di tempat yang seperti neraka.
Saatku SMA aku suka dengan teman cowok, namanya dedi. Dia pehatian denganku. Kami dekat lumayan lama dan dia nyatakan cinta kepadaku. Ntah kenapa aku tak ingin terburu-buru menjawab perasaanya. Dan saat aku kerumah temanku, beni untuk meminjam buku . Aku bertemu dengan ibu beni dan ibu beni memintaku segera ke lantai dua saja karena dedi juga di sana. tak ku sangka saat aku di depan kamar dedi aku melihat dedi dan beni lagi bermesraan seperti orang dewasa pacaran. Pintu kamar tebuka lebar Mereka kaget saat aku melihat mereka. Aku kaget dan segera lari pulang ke rumah. Setelah kejadian itu akhirnya meraka mengaku bahwa mereka gay dan sudah 3 tahun mereka berpacaran dan parahnya pacar mereka yang cewek hanya untuk menutupi aib mereka. Sungguh aku ingin mati saat itu. Aku tak menyangka bahwa cowok yang aku cintai adalah gay.
Aku segera menelpon izan. Aku menangis di telepon. dia bilang “dia sekarang bahagia dengan cowoknya? Apa gunanya kamu mengangisi gay kaya dia? KAGAK ada. Bagun,zha. Sadar!”.Dan aku sadar. Benar kata Izan, aku tak perlu menangis bahkan mati. Karena tak layak aku menangisi seorang gay seperti dia yang hanya memanfaatkan cewek untuk menutupi keanehannya.

Ada tamu yang datang, dia junior kakakku ngedance.
“zan, cakep banget. Rasanya mau aku bungkus.”kataku ke Rizal lewat telepon.
“bungkus! Awetin simpen di kulkas”katanya.
“hahahaa.... aku dengar kamu pulang 4bulan lagi ya?”tanyaku.
“ya”
“tanggal?”
“belum pasti juga. Zha, nama tu cowok kamu udah tau?”
“belum”kataku.
“trus apa rencamamu?”
“aku diemin ja dulu, aku gak mau terlalu ketawan ngejar dia”
“hahaha... good girl”
“zan, udah dulu ya..? ngantuk ni”kataku.
“ia. Bye!”
“bye!”
Aku terbangun dari tidurku. Ada sms no name masuk di Hpku.
malem, aku riszal temen kakakmu.
Aku segera membalasnya.
Pagi, maaf aku telat bales. Kenapa?
Dari SMS itu pun kami semakin SMSan. Karena seringnya dia SMS aku , aku jadi hapal jadwal kuliahnya.
“dia yang SMS aku duluan, zan. Ye.. walau aku suka aku tak akan SMS cowok duluan,zan”kataku.
“hehehe.. aku tau kamu. Bagus deh. Jangan terlalu lihatkan rasa tertarikmu!”kata Izan di sebrang telepon sana.
“dia tipe aku banget, buat aku meleleh”kataku.
“hahaha... kamu punya temen cewek gak?”
“aku gak punya temen, selain kamu. Kenapa? Kalo da kamu mau deketin temanku ya?”
“gak gitu. Artinya tu cowok gak incar temanmu”
“hep! Jangan ungkit masa lalulah! Akukan jadi sedih”
“saat dia datang kamu pake pakaiyan yang seksi y...”
“gak ah, ngapain.”
“buat ngecek aja. Mana tau dia gay.HAHAHAHAHA....”
“ku BASMI juga kamu!!”
“hahahahaha.........”
“udah puas ketawain aku?”
“udah. Hahahahaha.... jangan terlalu cepat ambil keputusan!”
“hey, aku kenal ma si parasit 3 bulanan, sama gay tu 8bulan. Kurang lama apa lagi coba? Untung belum jadian.”
“sabar! Zha, maaf ni udahan dulu dosenku nyari”
“mentang2 asdos. Yo weslah”kataku.
Kedekatanku dengan riszal memang sedikit aneh. Aku senang dengannya tapi, kenapa terasa ada yang salah.


Tiba-tiba pesan dari riszal masuk.
From: riszal
To: qhiza
Dingin banget.

From: qhiza
To: riszal
Terus????

From: riszal
To: qhiza
Peluk!

From: qhiza
To: riszal
Maksud loe?? Sana duduk di atas kompor biar anget.

From: riszal
To: qhiza
Bukan anget, aku malah jadi angus.

Tak lama dia mengirim pesan padaku
From: riszal
To: qhiza
Boosan....

From: qhiza
To: riszal
Kenapa? gak punya teman ya?

From: riszal
To: qhiza
Ya...  temanin aku dong....
Kami pun berbincang-bincang hingga larut malam.

From: riszal
To: qhiza
Jalan yuk??

From: qhiza
To: riszal
Kemana??

From: riszal
To: qhiza
Kamu maunya kemana??

From: qhiza
To: riszal
Ehm... kemana ya? Aku pikir-pikir dulu ya?

From: riszal
To: qhiza
Ia.

From: qhiza
To: riszal
Aku mikir itu lama

From: riszal
To: qhiza
Gak apa.

From: qhiza
To: riszal
Benerran gak apa?

From: riszal
To: qhiza
Ia.

From: qhiza
To: riszal
Yakin? Aku mikirnya lama loh.

From: riszal
To: qhiza
Gak papa.

From: qhiza
To: riszal
Beneran?

From: riszal
To: qhiza
ia.

From: qhiza
To: riszal
Yakin ni?
From: riszal
To: qhiza
Ah, capek jawabnya...
Lama-lama aku peluk juga kamu.

From: qhiza
To: riszal
Ya udahaku gak mau :P

From: riszal
To: qhiza
Loh kok gak mau?

From: qhiza
To: riszal
Aku udah ada janji ma temanku, ni lagi ngumpul.

From: riszal
To: qhiza
Sampai jam berapa?

From: qhiza
To: riszal
Kurang tau juga.

From: riszal
To: qhiza
Aku jemput ya?

From: qhiza
To: riszal
Bolleh

Riszal datang dengan motor bebeknya. Aku menghampirinya.
“kita kemana?”tanyanya.
“pulang dong”jawabku.
“kok pulang? Jalan bentar ya?”
“katanya mau ngantarin pulang..”
“hehehehe... makan dulu yuk”
“ia aku nurut sama orang tua”jawabku sambil naik ke motornya. Dia tertawa pelan.
“kok diem?”tanyanya.
“kok ngajak jalan?”tanyaku.
“gak ada, bosan.”
“pasti bosankan karena si dia lagi cuek.hahahahaha....”
“dia gak cuek. Tapi, marah.”jawabnya dengan ekpresi berubah. Dia terlihat kaget dan terkejut. Aku yang hanya menduga bakalan seperti ini hanya melanjutakn aktingku yang pura-pura tak tersakiti.
“hahahaha... eh tapi, kalo dia tahu aku bisa di bantai ni. Serem....”
“dia gak bakal kaya gitu kok”
“jadi, kamu bener punya pacar ni”
“ee, tenang dia... dia gak akan tahu”jawabnya gugup.
“cowok sialan. Kamu kira aku halte, jadi pemberehentiaan sementara”gerutuku dalam hati.
“wah, kasiman... sertai dong, sertai”kataku pura-pura tak terluka.
“santai!”katanya.
“eh, maaf akukan anak kecil. Aku belum lurus bilang santai”jawabku dengan senyuman palsu.
“tadi?”tanyany tersenyum kembali.
“contoh”jawabku. Tangannya mengelus-ngelus kepalaku lebut. Sayang, elusannya dan senyumannya tak selembut hatinya.

Setelah sampai rumah aku melepaskan kepergiannya dengan senyuman. Tapi, setelah itu aku menangis. Aku segera menelpon izan.
“zan, dia punya cewek dan aku hanya jadi yang sementara, selingkuhan”kataku sambil menahan air mataku.
“tenang,zha! Tenang, cowok gak dia saja. Kamu kenal dia juga seminggu pasti rasa sakitny cepat hilang” jawabnya.
Izan pun mengajakku cerita sehingga aku melupakan kepedihanku. Riszal masih sering mengirimiku pesan dan aku tetap membalasnya tapi, tanpa perasaan tak seperti dulu.

Tanpa cinta aku putusin fokus kekuliahku.
“zan, sumpah aku gak maksud buat seperti itu. Pikir-pikir dululah.”kataku.
“aku cintanya emang di sini”jawabnya.
“pikirin juga orang tuamu”
“hahahaha.... pikirin orang tuaku atau kamu”
“aduh, percaya diri sekali”
“kita udah 9 tahun tidak bertemu ya?”
“ia. Kamu pindah, malah setan yang mengganti posisismu”
“sabar. SD itu masa lalu”
“udah dulu ya”kataku sambil mematikan telepon. Saat SD aku tek terlalu dekat dengan Izan karena dulu aku hanya dapat bicara pada “sahabatku”. Saat kelas 4 Izan pindah dan kami bertemu kembali saat pertemuan alumni ayahku dan ibunya kami saat kelas 7. Dan saat itulah kami mulai berbicara dan menjadi teman.
Hari ini hari yangku nanti. Karena hari ini Izan pulang dan berjanji akan membawakanku pakaian tradisional indian lengkap dengan topi dan sepatunya. Izan di amerika untuk sekolah disana, jujur ja aku tak ingat dengan universitasnya. Hehehe... yang aku tau dia sejak SD di sana dan sekarang mengambil hubungan internasional. Aku?? Aku mah ambil hikmahnya saja.
Aku menunggu di bandara bersama ayahku, menunggu lelaki yang sejak dulu tak bertemu denganku. Aku dan ayah memperhatikkan setiap orang yang keluar dari pintu. Dan ada lelaki tinggi berambut hitam gelap dengan pakaian berantakan, poni yang di ikat depan, dan mengenakan celana pendek menyentuh bahuku.
“ayo, pulang!”kata lelaki itu. Aku dan ayah kaget melihatnya.
“kamu siapa?”tanyaku.
“hay,zha. Apa kamu tak mengenali temanmu sendiri?”tanyanya.
“izan?”
“yah, ini aku. Mana paman?”katanya dengan tersenyum.
“aku disini. Ayo, ikut”kata Ayah dengan kaget.
Izan duduk di sebalahku. Aku memperhatikanya dan dari semua yang dia kenakan hanya sepatu saja yang terlihat rapi itu pun tak mengunakan kaos kaki.
“hey, kamu binggung dengan penampilanku?”katanya dengan senyuman.
“ia. Aneh saja seorang asesten dosen bergaya seperti ini, sungguh luar dugaan”jawabku polos.
“apa kamu tak melihat foto profil di akunku?”
“tidak”
“kenapa?”
“aku tidak sekurang kerjaan seperti itu”
“benarkah?”
“ngomong-ngomong apa kamu bawa yang aku pesan?”tanyaku.
“ia”
“bagus kalo begitu.”jawabku.
“kamu tak menayakan perjalanku?”
“tidak. Karena semua perjalanan pasti sama.”jawabku dan izan tersenyum.
Mobil ayah berhenti di depan rumah Izan. Ibu sibuk sehingga tak dapat menjemputnya.  Kami menunggu ibu Izan lumayan lama, maklum ibu izan adalah pengusaha. Saat ibunya masuk, ibu izan langsung menghampiriku dan memelukku.
“lah, mbak zha datang juga. Mbak, kok kemarin tidak datang? padahalkan tante udah minta mamamu mengizinkan kamu menginap dirumah tante.”kata tante sambil mengusap-usap punggungku.
“maaf,tante. Habis zha ada ujian paginya”kataku.
“ma, udah pelukannya. Anak mama yang baru pulang itu izan, ma. Kalo tidak jadikan saja zha anak mama”.kata izan sambil melepaskan pelukan ibunya.
“ide bagus. Zha punya pacar?”tanya tante.
“em.. tidak punya tante”jawabku.
“ya sudah besok nikah sama izan saja biar kamu jadi anak tante”kata ibu izan sambil tertawa.
“mama!”kata izan.
“kamu keanpa? Keberetan? Qhiza saja tidak keberatankan? ”tanya tante. Aku binggung jawab apa.
“tanya dulu sama ayahnya”kata ayah.
“kamu mau kan anakmu untukku?”kata ibu izan.
“boleh saja asal anakmu dapat kerjaan layak”kata ayah.
“ah, ya sudah. Nikahin saja kami besok. Ayah, restui aku ya?”kata izan kepada ayahku. Semua jadi tertawa.
Aku kembali kerumah sambil membawa baju ala indian.
“itu yang dikasih izan?”tanya mamaku.
“ia,mah”
“buat apa sama kamu?”
“em, iseng”kataku.
Paginya izan sudah didepan rumahku.
“kenapa?”tanyaku.
“aku ingin mengantar dan menjemputmu ke kampus setelah itu kita jalan-jalan. Bagaimana?”katanya.
“bisa!”kataku tersenyum.
Saat aku keluar dari mobilnya dia ikut keluar.
“waktumu masih banyak?”tanya izan.
“lumayam, karena naik mobilmu aku jadi cepat 30menit.”jawabku.
“temanin aku berkeliling ya?”katanya.
“bisa!”kataku. dia merjalan di sampingku mengiringi. Banyak mata cewek melihat ke arah kami. Mungkin mereka bergunjing atau terpesona dengan cowo disampingku. Tapi, aku tak peduli. Setelah 30 menit berlalu kami kembali ke tempat mobilnya parkir.
“em..aku kuliah dulu, kamu pulang saja”kataku sambil melihatnya.
“pantasan saja banyak cewek yang melihat ke arah kami. Penampilan Izan hari ini celana jens selutut kaos putih dengan blezer pinknya terlihat sangat keren.”pikirku.
“ada apa za?”katanya sambil memegang keningku.
“tidak apa-apa”kataku.
“kenapa dari tadi tidak menjawabku”katanya.
“aku baru ingat sama tugasku jadi tadi aku kepikiran.”jawabku bohong .
“oh, ya udah. Aku pulang dulu nanti aku jemput”katanya. Aku mengaguk dan berjalan pergi.

“siapa tadi? Pacarmu?”kata karin.
“akhirnya kamu punya pacar juga”kata vina.
“sayangnya dia hanya temanku”jawabku lesu.
“cekep. Tapi, kamu cocok dengan dia loh”kata vina.
“kami sudah lama temanan”kataku.
“kok kami tidak tau?”kata karin.
“dia izan”kataku.
“waw, keren banget”kata mereka kompak.
“ingat peliharaan kalian di rumah”kataku.
“kan belum nikah jadi masih ada peluang”kata karin.
“ya benar”kata vina.
“aku bilangin loh....”kataku.
“kayanya kamu takut ni izannya kami bungkus”kata karin.
“hehehe..”kataku.
“ketebak!”kata karen.
Seperti yang di janjikan dengan izan, izan datang menjemputku. Sebelum pulang dia mengajak aku makan di rumah makan thailand.
“bayarin ya?”tanyaku.
“ia”jawabnya.
“janji ya?”
“ia”
“hehehe.... aku sayang Izan. Kamu teman terbaikku”kataku.
“kalo di kasih gratisan bilang sayang, kalau di cuekin bilang mau bunuh aku”kata izan.
“damai!”kataku sambil tersenyum.
Sesampai aku dirumah aku tidur di kasurku. Aku berfikir dan menyadari ternyata kehadiran izan sangat membuat hidupku berbeda. Hidupku biasanya sepi dan terasa sangat menyebalkan saat izan tidak membalas pesanku. Lelaki yang bersamaku selalu bermasalah. Dan aku berfikir bila aku bersama izan tidak ada ruginya bila dia jadi pacar ku. Tidak-tidak dia menganggapku hanya sebagai teman biasa.
Siang itu kami bertemu setelah aku menyelasaikan matakuliahku Izan segera menjemputku.
“zan, aku selalu menceritakan segalanya tentang hidupku kamu juga begitu. Tapi, kamu tak pernah menceritakan tentang kisah cintamu”tanyaku.
“hem, kisah cintaku lebih buruk darimu.”kata izan.
“ceritalah”kataku dengan nada dan wajah yang menja.
“aku tak mau membuatmu menangis karena kisahku”kata izan sambil memperbaiki posisi poniku. Aku terdiam membeku.
“ya sudah kalau begitu”kataku. Dia tersenyum.
“apa dia menyukaiku? Ah, tidak dia hanya mengaggapku teman. Ayo, sadar zha! Kamu sahabatnya jangan sampai kamu merusak karena perasaanmu.”pikirku.
“hey, zha! Sama siapa?”kata vino yang tiba-tiba datang menghampiriku.
“eh vino, teman. Kok kamu disini?”tanyaku.
“lah, bukanya aku selalu ada di hatimu”kata vino.
“vin, aku meleleh. Apa kabar ni?”kataku.
“baik. Aku lagi sibuk ni.”kata vino.
“sibuk ngapain?”tanyaku.
“aku lagi ada proyek”kata vino.
“kalo ada kerjaan bilang dong, aku juga mau ada sempingan. Proyek apaan?”kataku.
“proyek mengukir kamu dihatiku”kata vino sembil senyum nakal.
“vino, aku meleleh tampung ni..”kataku.
“aku duluan ya, beb. Udah di tunggu ini sama teman-temanku dilantai dua”katanya. Aku mengganguk pelan.
“heh,aku di sini!”kata izan. Aku terkekeh pelan.
“asik banget ya? Dia siapa?”tanya izan.
“hehehe... teman lama”
“teman apa?”
“SMA.”
“Dulu dekat banget ya?”
“gak”
“kok sekarang dekat banget?”
“dia pernah hubungin aku lagi dulu, buat bantu dia bikin tugas kuliahnya. Makanya jadi lebih dekat”
“oh, tapi aneh saja kamu gak cerita”
“ih, cerewet banget. Kamu suka dengan aku ya?”
“tentu saja. Kalo gak suka gak mungkin selama 8tahun ini aku selalu ada di sampingmu, menjadi temanmu”
“hehehe... ia”kataku.
“dia mengagapku hanya sebagai teman”gerutuku dalam hati.
“besok kamu ulatahkan?”tanya Izan.
“masa? Benarkah??”tanyaku.
“ia. Kamu mau kado apa?”tanya izan.
“kamu kenapa memberikan aku kado?”
“karena aku temanmu. Kamu ingin memberikan kamu kado yang sangat berharga?”
“kamu cinta denganku?”
“tidak mungkin aku mencintaimu”kata izan.  Aku tidak tahan lagi, aku berlari dan menagis. Izan tentu saja segera mengejarku tapi, aku bersembunyi dan pulang.


Handphoneku berdering. Aku melihat jam ternyata jam 11.35 dan aku mendiamkan saja handphone ku setelah mengetahui izan meneleponku. Lampu kamarku tiba-tiba dihidupkan ibu.
“turun kebawah ada yang mau diomongkan.”kata ibu dengan wajah serius. Aku takut ibu marah denganku jadi aku segera turun kebawah. Saat aku turun tidak ada orang jadi aku mencariku ruang tamu. Aku melihat ibu, ayah, kakak-kakakku dan izan.
“zha, Aku tak mungkin mencintaimu karena aku benar-benar cinta gila denganmu. Aku suka kamu, temanku. Maaf, aku salah! Ini bukan suka tapi cinta yang tidak biasa. Aku tidak dapat mengusir kesepian tanpamu. aku selalu siap mendengarkan rencana kamu, marahmu, kesalmu ,dan bahagiamu, zha.”kata izan menghampiriku. Aku terhanyut dengan kata-kata indahnya.
“bercandakan?”tanyaku. aku melihat sekelilingku, ibu Izan ada disampingku sedang merekam kami.

“saat bertemu denganmu disekitarmu seperti kembang api, begitu cantik. kamu cewek yang Pendek, cantik dan rapuh. Tapi kamu,  Meninggalkan sebuah lubang hitam tak berujung di hatiku.
What should I say? Tell me, what else can I do for you! Aku merasa terbebani saat jauh darimu.” Kata Izan.
“kamu bohongkan, zan?”tanyaku. air mataku menetes, aku tak dapat berbohong bahwa aku bahagia.

“Katakan padaku, apa lagi yang bisa saya lakukan untuk kamu,zha? Agar kamu percaya bahwa aku sungguh-sungguh”kata izan. Aku menggeleng dan menangis haru.
“ aku ingin lebih dari teman. Maukah kamu jadi pacarku?”kata Izan.
“aku mau”kataku. Izan memelukku.
“tapi, setelah kamu lulus kita nikah ya? Makanya cepat kamu lulusnya”kata izan.
“hey, jangan asal bicara! Aku tak mau secepat itu. Lagian orang tuaku pasti tak setuju”kataku.
“kamu salah, zha. Ayah dan ibu sangat setuju malah ingin membuat pernikahan kalian secepatnya, Izan udah merencanakannya dengan ayah dan ibu sejak setahun lalu..”kata ayah dengan senyuman.
“zan, ibumu menyorot kita!”kataku sambil menyembunyikan wajahku di bahunya.
“ma, menantumu malu. Jadi jangan shooting lagi”kata izan tertawa pelan dan aku memukulnya pelan. Ayah, ibu, kakak dan ibu izan tertawa.

Jumat, 24 Februari 2012

puisi


Puisiku

Dari awal aku memang tak punya apa-apa.
Kasih sayang, cinta, harta, bahkan tubuhku sendiri.
Dari awal mungkin hanya aku yang tak sadar bahwa semuanya bukan milikku.
Saat ayah tak Berjaya lagi, di saat itulah cinta orang tua kepadaku pergi.
Sejak saat itu orang yang menyayangiku satu persatu pergi dariku.
Sejak saat itu tubuh ini semakin lemah.
Dan saat itu aku masih merasa sombong dengan teman-teman palsuku.

Takku sanggka sakitnya jatuh dari masa jaya ayahku membuat tubuhku semakin lemah.
Memang bukan harta yang aku pikirkan,
Tapi, aku tak menyangka teman-teman terbaikku hanya melihat harta yang aku miliki.
Aku yang tak sadar aku yang bergantung pada mereka malah menjadi hiburan mereka.
Sudah terjatuh tertimpa tangga pula, pepatah itu yang tepat buatku saat itu.

Ku coba berdiri walau sulit bagiku.
Aku merasa sangat bodoh.
Aku, aku tertipu dengan penjilat-penjilat biadap itu.
Akulah manusia menyedihkan.
Walau aku menjerit sekeras-kerasnya tak ada yang mendengar dan menggerti.
Hati yang perih ini tak dapat sembuh begitu saja.

Aku coba mengubah diri.
Aku terlahir kembali.
Walau, luka di hati ini masih basah.
Aku merubah kebiasaan hingga tutur kataku.
Aku yang merasa seorang bangsawan berubah menjadi rakyat jelata.
Aku ingin orang dapat mengerti rasa sakitku.
Aku ingin orang dapat sadar aku telah berubah.
Tapi, tak ada yang bisa mengerti.
AKU BUNUH KAMU!!
puisi saat UN SMP

Selasa, 14 Februari 2012

kekasihku dari temanku

Aku Qery yang sekarang sudah resmi di kelas 11 SMA. Nency temanku selama SMA ini memintaku datang suatu cafe untuk mengenalkan pacarnya kepadaku. Sebenarnya aku tidak mau karena tidak ingin mengganggu mereka tetapi Nency memaksaku. Setelah aku sampai ke cafe yang dijanjikan aku segera mencari Nency.
“maaf, aku telat!”kataku yang menyapa mereka. Sebenarnya aku senggaja datang telat agar tidak menggangu mereka terlalu banyak.
“uh, kamu telat 30 menit ni!”kata nency sedikit ngambek. Aku mengambil kursi didepan Nency karena pacar barunya sudah duduk di sebelahnya.
“mau mesan apa?”tanya Nency.
“hem, milk shake vanila dan burger” kataku.
“kenalin Ry, ini cowok aku. Namanya Rifky!”kata nency sambil tersenyum manis.
“aku Rifky”katanya tersenyum.
“aku Qery”kataku sambil senyum basa-basi.
Sekitar kurang dari 30 menit aku telah menghabiskan makanan yang aku pesan. Mereka tetap mengobrol sambil makan. Aku melihat ada yang aneh karena sangat terlihat Nency yang begitu antusias dibandingkan pacarnya, mungkin kerena ada aku jadi dia merasa tidak nyaman dan aku memutuskan unuk segera pergi.
“cy, aku pergi dulu ya? Aku ada urusan”kataku.
“oh, persiapan pensi ya? ya,udah tidak apa”kata Nency tersenyum.
“aku duluan, Fi!”kataku dan segera pergi meninggalkan mereka.

Keesokan harinya Nency sibuk menceritakan pacarnya.
 “aduh, udah cekep dia baik benget lagi. Aku tidak menyangka dia mau menunggu aku 3 jam hingga aku pulang bimbel. Dia nunggu aku di depan pintu kelasku sambil memegang boneka yang  aku minta. Aduh, so sweet banget. Apadahal aku kira dia tidak akan mau nunggu aku apalagi alasannya hanya untuk memberika boneka. Terus kami pulang bareng. Di jalan......”kata Nency bersemangat. Dan aku hanya mendengarkan tanpa rasa berminat.
“kamu tidak dengerin aku?”tanya Nency tiba-tiba.
“dengerin kok.”jawabku.
“tapi, kenapa tidak ada tanggapan?”tanyanya.
“aduh Cy, kamu tadikan muji-muji si Fiki?”
“ia. Namanya Rifky!”kata Nency agak kesal.
“terus kamu bilang kalau Fiki, Riki, Riski, itu cakep dan baik banget. Aku benarkan?”kataku.
“yap, benar sekali. Tapi, namanya Fikry!”kata Nency kesal.
“jadi, kalo aku nangepin dan bilang kalo Fiki itu cekep nanti kamu cemburu kalo aku bilang dia biasa aja atau jelek nanti kamu bakal marah. Makanya aku diam saja. Nah, sekarang kamu mengertikan?”kataku.
“ia, aku mengerti. Aku emang mengerti aku banget sampai tahu benget pemikiranku. kamu teman best of the best!” kata nancy sambil tersenyum.
“tentu saja aku yang  jadi best of the best bagimu kan aku teman kamu satu-satunya.”kataku sambil tersenyum.
“Qery..............”kata Nency.
“aku benarkan?”
“bener tapi jangan diingattin, aku  malu.”kata Nency. Kami  pun tertawa.

Saat aku sedang melihat tarian yang aku ajarkan kepada adik-adik kelasku untuk pensi yang diadakan 2 minggu lagi. Tiba-tiba, ada pesan yang masuk di handphoneku.
“Nency suka roti rasa apa, Ry? ” itu pesan pertama dari pacar Nency.
Semenjak pesan malam itu kami memang sering mengobrol tapi, memang sebatas teman.

Pensi berjalan baik dan sukses. Aku duduk dikursi favoritku, kursi yang berwarna jingga yang berbentuk telur. Aku asik membaca pesan sambil tersenyum dan sesekali tertawa. Tiba-tiba Nency masuk ke kamarku dengan wajah marah dan kesal.
“kanapa, Cy?”tanyaku.
“kamu malah tertawa di sini. kamu tega banget ngambil cowok aku. Kamu itu perebut cowok orang. Cowok di luar sana masih banyak tapi, kenapa harus Rifky? Kamu itu sudah aku anggap saudara sendiri. Kamu ambil saja Rifky tapi, jangan harap aku mau bicara sama kamu. Anggap kita tidak pernah kenal.”kata Nency sambil menangis dan pergi.
Aku ingin menjelaskan sesuatu dan penyebab dia berbicara seperti itu hanya saja aku rasa aku jelasin pun tidak ada ruginya bagiku. Tapi, aku khawatir kepada Nency. Akhirnya, aku tanya kepada Rifky. Rifky mengaku mereka memang putus dan mereka putus karena Rifky membedakan sikapku dengan sikap Nency. Nency memang kekanak-kanakan senghingga Rifky bosan. Rifky mengaku masih cinta dengan Nency dan ingin kembali dengan Nency. Aku pun merencanakan untuk membuat pertemuan Nency dan Rifky.
Aku meminta Nency datang ke cafe  biasanya kami bikin janji, memang dia tidak mau tapi, akhinya dia setuju. Setelah Nency datang, Rifky pun menghampirinya. Nency terkejut saat melihat Rifky karena dia kira dia hanya akan bertemu denganku.
“kalian janjian disini juga? kejam banget. Aku dipaksa untuk melihat kalian berdua bersamaan”kata nency yang matanya mulai berkaca-kaca.
“lihat vidio itu dan jangan pergi dulu.”kata Fikry. Vidio  pun ku nyalakan. Vidio ini foto-foto saat aku  bersama Nency. Foto pesan Fikry yang menanyakan tentang Nency kepadaku, diesain tata panggung, tema acara serta udangan. Dan sekarang dividio itu aku sedang berbicara.
“Cy, aku sama dia cuman teman. Kami mau membuat kejutan ulang tahunmu untuk hari ini. Tapi, rencana kami gagal total karenamu. Aku ingin mengundang banyak orang tapi, karena kamu jadi cukup kalian berdua saja. Cy, kamu kenal aku sejak lama. Aku tidak akan mengincar pacar orang apalagi aku tahu dia cowok yang di sampingmu itu adalah cowok kamu. Kamu jangan takut dia tidak akan denganku. Karena dia SANGAT MENYUKAIMU dan aku TIDAK SUKA sama dia, Cy. Dia menyamakanku dengan kamu agar kamu dapat menjadi lebih dewasa dan tidak berfikir sempit. Aku harap kamu mengerti. Selamat menikmati makan malamnya. HAPPY BATHDAY”kataku.
“Cy, aku cinta kamu! Maafkan aku! Aku melakukan ini semua hanya untukmu” kata Fikry . Nency tersipu malu. Aku pun pergi.

Saat aku membaca buku di kelas nency berlari menghapiriku.
“thanks  banget, Ry! Di romantis banget! Dia ngasih aku cincin. Maafin aku ya?”katanya sambil tersenyum.
“O”kataku dengan nada ketus.
“kok gitu aja? Cincinnya cantik loh!”katanya sambil menunjuan cincin yang berada di jari manisnya.
“karena teman Rikfy jauh lebih perhatian, baik, dan tidak kaku seperti Rifky”kataku.
“kamu..?”
“aku udah jadian sama temen Rifky.”kataku sambil melet kepada nency.
“loh, kok bisa?”
“karena kamu yang teman aku pacaran dengan Rifky dan Rifky yang ngenalin aku sama Izan, temannya. Sebelum kamu datang sambil marah-marah, temannya mengungkapkan cintanya ke aku dan langsung aku terima. Ini buktinya.”kataku sambil menunjukan SMS dari Izan teman Fikry dan foto aku dengan Izan.
“ih...kamu.. besok kenalin sama aku ya?”
“tidak mau! Nanti kamu malah mengelirik dia.”kataku Nency ketawa dan mencubit pipiku kuat.
“sakit,Cy!”kataku. tapi Nency tetap tidak berhenti mencubit pipiku.

Rabu, 23 Februari 2011

mencoba berdirisetelah terjatuh

aku akan baik-baik saja dengan ke prgiannya.
mungkin aku memang tersakiti.
mungkin aku memang menangis.
mungkin aku juga terluka dan kesepian tanyanya karena cintaku.
tapi, aku akan baik-baik saja.

dengarkan aku!
dengarkan!
awalnya semuanya aku lakukan sendiri.
walau terluka, mengangis dan sedih karena kesepian karena kepergianya.
tapi, aku yakin sebentar lagi aku akan baik-baik saja tanpanya.
aku akan baik-baik saja walau dia meninggalkanku.